Target Indonesia untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2025 bukan lagi sekadar wacana politis, melainkan sebuah masterplan ekonomi yang sedang dieksekusi dengan presisi tinggi. Berbagai indikator global menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat (on-track) untuk memimpin pasar modest fashion internasional, mengungguli pesaing tradisional seperti Turki dan Uni Emirat Arab.
Laporan prestisius State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang dirilis oleh DinarStandard menempatkan Indonesia pada peringkat ke-3 dalam keseluruhan ekosistem ekonomi Islam global. Namun, prestasi paling gemilang tercatat di sektor modest fashion, di mana Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-1 dunia. Pencapaian ini merupakan buah manis dari strategi “Indonesia Global Halal Fashion” yang digawangi oleh kolaborasi lintas kementerian, Bank Indonesia, dan asosiasi perancang busana.
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026: Laboratorium Gaya Dunia

Sebagai ujung tombak promosi, gelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk musim 2026 yang diselenggarakan pada November 2025 menjadi barometer tren dunia. Mengambil tempat di Balai Kartini dan beberapa venue strategis Jakarta, JMFW 2026 mengusung tema futuristik “Essential Lab: Crafting the Future of Modest Fashion for Every Lifestyle”.
Panggung JMFW 2026 dimeriahkan oleh deretan desainer dan jenama papan atas yang telah memiliki reputasi internasional, antara lain:
- Ria Miranda & Itang Yunasz: Menampilkan koleksi yang memadukan keanggunan klasik dengan tuntutan fungsionalitas modern.
- Khanaan: Konsisten mengangkat batik dalam format high fashion yang mewah dan elegan.
- Jenna & Kaia: Mewakili segmen urban modest dengan potongan yang tegas dan cocok untuk wanita profesional.
- Zeta Prive x Ayu Dyah Andari: Menghadirkan kemewahan detail bordir dan aplikasi kristal yang menjadi ciri khas luxury modest wear Indonesia.
Analisis Tren 2026: Ledakan Warna “Bold” dan Ekspresi Diri

Salah satu temuan paling menarik dari rangkaian fashion week tahun ini adalah pergeseran drastis dalam palet warna dan desain. Setelah beberapa tahun didominasi oleh warna-warna aman seperti pastel, nude, dan earth tone (warna bumi), tren tahun 2026 diprediksi akan jauh lebih berani dan ekspresif.
Meskipun demikian, warna earth tone tidak akan hilang sepenuhnya. Warna-warna seperti terracotta, olive, dan beige akan tetap ada, namun fungsinya bergeser menjadi penyeimbang atau kanvas bagi warna-warna bold tersebut. Dalam hal styling, teknik inner-outer (padu padan dalaman dan luaran) akan semakin digemari karena memberikan fleksibilitas. Konsumen bisa memiliki satu inner dress netral dan mengubah tampilannya secara drastis hanya dengan mengganti outer yang berwarna cerah atau bermotif.
Berikut adalah ringkasan komprehensif tren Modest Fashion Indonesia untuk tahun 2026:
Prediksi Tren Modest Fashion 2026
| Elemen Desain | Tren Dominan 2026 | Deskripsi & Analisis |
| Palet Warna | Bold & Vibrant | Pergeseran dari pastel lembut ke warna kuat yang mencolok mata. Mencerminkan keberanian dan karakter kuat pemakainya. |
| Siluet | Structured Layering | Penggunaan blazer, long coat, vest, dan rompi asimetris. Memberikan kesan profesional dan modern, tidak sekadar “menutup aurat” tapi juga stylish. |
| Material | Eco-Conscious Fabric | Peningkatan penggunaan serat Tencel, rayon viskosa biodegradable, dan katun organik yang nyaman untuk iklim tropis namun ramah lingkungan. |
| Motif | Modern Heritage | Motif wastra tradisional (Batik, Tenun) yang didesain ulang dengan sentuhan grafis modern atau abstrak agar lebih diterima pasar global yang awam budaya. |
| Fungsionalitas | Versatile Wear | Pakaian yang bisa dipakai dari kantor langsung ke acara pesta (office-to-party). Desain multifungsi menjadi kunci bagi konsumen urban yang sibuk. |
Dukungan Ekosistem Ekonomi Syariah
Kesuksesan industri fashion muslim Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh ekosistem ekonomi syariah yang kuat. Bank Indonesia (BI) melalui acara tahunan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan IN2MF (Indonesia International Modest Fashion Festival) secara konsisten menyediakan panggung bagi UMKM untuk bertemu dengan pembeli internasional (business matching).
Pada ISEF 2024, tercatat transaksi dan komitmen bisnis yang signifikan, membuktikan bahwa minat pasar global terhadap produk Indonesia sangat tinggi. Selain itu, peran Kementerian Perdagangan dalam memfasilitasi pameran di luar negeri dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam branding “Wonderful Indonesia” turut mempercepat penetrasi pasar.
Kesimpulan
Tahun 2025 adalah tahun pembuktian bagi Indonesia. Predikat sebagai kiblat fashion muslim dunia yang disematkan oleh laporan SGIE adalah validasi atas kerja keras seluruh ekosistem selama satu dekade terakhir. Dengan tren desain yang semakin matang, berani bermain warna, dan tetap memegang teguh nilai kesantunan serta keberlanjutan, Indonesia menawarkan proposisi nilai yang unik bagi dunia. Tugas selanjutnya adalah menjaga konsistensi kualitas, memperkuat branding, dan memastikan bahwa manfaat ekonomi dari industri raksasa ini dapat dirasakan hingga ke tingkat pengrajin dan penjahit di seluruh pelosok negeri. Indonesia siap, dan dunia sedang memperhatikan.
Leave a Reply